Translate

Sunday, August 4, 2013

Ibu Guru ini kirim 1600 SMS dan Gambar Porno, lalu Ngajak Bercinta Muridnya


guruLondon – Seorang guru perempuan yang memiliki hubungan intim dengan siswa laki-laki berusia 16 tahun harus mendekam di penjara selama delapan bulan saat hakim menuduhnya telah memelihara anak laki-laki itu untuk seks. Demikian dilansir Daily Mail.

Ibu guru bernama Roseanna Langley (24) mengirim sedikitnya 1.500 SMS dan foto nakal ke ponsel sang siswa dan bahkan mengajaknya ke London pada akhir pekan dan berdusta bahwa dirinya hamil agar bisa terus berhubungan intim dengan sang siswa. Selengkapnya Klik Disini....

Indonesia… Negara Yang Patut Ditangisi


Indonesia Menangis
 Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Eva Kusuma Sundari menyatakan arogansi Front Pembela Islam (FPI) harus diakhiri menyusul perlawanan warga Sukorejo, Kabupaten Kendal Jawa Tengah terhadap razia FPI belum lama ini.
“Karena Kepolisian RI yang seharusnya menertibkan mereka telah terkooptasi oleh FPI,” kata Eva di Jakarta, Jumat.


Eva menilai polisi tidak mampu mencegah atau menindak FPI.
“Ini ironi, negara hukum yang patut ditangisi ketika aparat hukum tidak melaksanakan hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” kata dia.

Politis PDI Perjuangan itu meminta polisi introspeksi, seraya menyebut pembiaran oleh polisi atas tindakan premanisme FPI ibarat pisau bermata dua.
“Yaitu makin menjadi-jadinya tindakan preman FPI dan makin frustasinya masyarakat sehingga muncul model perlawanan street justice dari rakyat terhadap premanisme FPI,” kata dia.
Polri harus mengoreksi sikapnya terhadap FPI dengan menindak mereka yang berbuat seenaknya dan tidak menghormati hukum.

“Jangan ada impunitas bagi ormas preman. Penindakan justru untuk mengefektifkan pencegahan timbulnya kekerasan oleh FPI. Jangan beri izin mereka berpawai, berkumpul untuk merencanakan penyerangan,” kata Eva.

Dia melanjutkan, konvensi kebebasan beragama membenarkan kriminalisasi dan pembubaran kumpulan-kumpulan agama yang membahayakan penganutnya dan orang lain, melakukan kekerasan dan menganjurkan pelanggaran hukum.
“Saya berharap UU Ormas segera ditegakkan secara efektif terhadap FPI,” pungkas Eva. (Ant)

FPI Anggap SBY Pecundang, Ruhut: Biasa… Preman Ingin Naik Rating

ruhut2Jakarta -Ruhut Sitompul yang merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan, pernyataan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pecundang dan penyebar fitnah terkait kasus bentrok FPI dengan warga di Kendal, Jawa Tengah (Jateng), tidak perlu ditanggapi.
Bahkan, kata Ruhut yang juga politisi Partai Demokrat itu, FPI sebenarnya ingin menjadi “preman besar” dengan cara melawan orang hebat.

“Tidak harus ditanggapi. Biasa, preman kalau mau naik rating, biasanya ganggu yang lebih hebat, tinggal yang lebih hebat kepancing atau tidak. Bersyukur Pak SBY sabar, dan tidak terpancing,” kata Ruhut di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis.

Saat ini, Kepolisian RI tengah mempelajari tuduhan Habib Rizieq kepada Presiden SBY tersebut. “Tim sedang bekerja mendalami itu,” kata Kapolri, Jenderal Timur Pradopo.
Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab memprotes keras pernyataan Presiden SBY yang menyatakan lembaganya telah mencederai Islam. Rizieq Shibab malah menyebut Presiden SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti, tapi seorang pencundang.(*)

Kedok Amerika Dibalik Tragedi Tsunami Aceh Terbongkar

Dulu Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), DR Eggi Sudjana SH Msi mensinyalir, bahwa bencana yang menimpa NAD dan sekitarnya bukanlah gempa dan gelombang tsunami yang sesungguhnya. Akan tetapi sebuah gelombang bom termonuklir yang sengaja diledakkan di bawah laut.
Pendapat Eggi tersebut dikemukakan kepada Wawasan, usai dialog menyoal seratus hari pemerintahan SBY, di kantor pengacara Taufik SH di Solo. “Melalui pendapat dan analisa yang dikemukakan pakar nuklir independen asal Australia Joe Vialls, saya sepakat, bahwa ada indikasi kuat Amerika dengan dua kapal perangnya satu diantaranya bernama USS Abraham Lincoln, berada di balik tragedi itu,” katanya.
Menurut Eggi, sebelum terjadi bencana itu, Amerika telah mengeluarkan travel warning kepada warganya agar tidak berkunjung ke Indonesia. Sementara masuknya kapal induk asing, cukup mengundang pertanyaan, kenapa diperbolehkan oleh pemerintah kita. Dengan kata lain, Jakarta tahu benar akan keberadaan kapal asing di perairan kita.
“Ada temuan kejanggalan lagi, CNN selama ini memberitakan bahwa pusat gempa terjadi di dekat pulau We. Sementara yang terjadi sesungguhnya di dekat pulau Nias dengan kekuatan gempa hanya 5,4 skala richter. Namun yang terjadi adalah sebuah gelombang susulan dengan kekuatan yang lebih dahsyat. Ironisnya, perusahaan AS Exxon yang ada di sana, luput dari bencana itu. Sehingga ada dugaan keras, ada senjata pemusnah massal yang diarahkan ke sana,” paparnya.
Usai kejadian itu, lanjut dia, tentara AS di kapal induk USS Abraham Lincoln yang jumlahnya 15.600 personil langsung diterjunkan. Sementara Kopassus dan Pasukan Reaksi Cepat (PRC), yang fungsinya sebagai penanggulangan bencana sama sekali tak diturunkan. Sementara India, Srilanka dan Thailand menolak kehadiran tentara asing itu. Televisi Al Jazeera pernah menyiarkan, bahwa bencana di Aceh bukanlah akibat gelombang tsunami. Akan tetapi sebuah bom helium yang bersifat halus namun mematikan.
“Kami menduga India memang sudah tahu akan adanya bencana itu. Karena negara itu justru punya pencatat gempa, yang bisa membedakan mana gempa sungguhan dan mana gempa buatan. Di India di Tamil Nadu, merupakan pusat nuklir. Sehingga sudah terdeteksi dulu.”
Menurut Eggi, Joe Vialls tahu benar senjata termonuklir yang diledakkan di bawah laut akan menimbulkan gelombang dahsyat. Sementara jika tsunami, ketinggian gelombang maksimal, tidak akan mencapai seperti yang terjadi di Aceh. “Sejarah juga mencatat, selamanya tsunami tidak berdampak membakar korbannya, karena air. Namun sempat ditemukan tiga orang anak nelayan Aceh yang terbakar dengan tubuh penuh oli.”
Disinggung rencana besar apa di balik itu, Eggi mengatakan, AS ingin menjadikan pangkalan militernya di Aceh. Hal itu dikuatkan dengan ditolaknya percepatan militer itu untuk segera mengakhiri bantuannya di sana. Aceh juga akan dijadikan jaringan pasar bebas perdagangan AS. “Dalam kontek ini, SBY lemah, intelijen kita juga lemah. Apalagi TNI,” jelasnya.
Nah gimana menurut teman2 apa tsunami aceh itu mutlak bencana alam atau memang ada Negara adikuasa yang merancang semuannya.
Seperti keadaan sekarang, beberapa negeri muslim di timur tengah bisa mendadak kacau secara bersamaan.
 
 
SUMBER 

Ukuran Payudara Josie malah gede banget, tak seperti yang direncanakan

London – Awalnya Josie Cunningham (23) ingin memiliki payudara yang ukurannya lebih besar. Namun, usai dioperasi dengan uang pajak, Josie merasa payudaranya kebesaran dan ingin dikurangi ukurannya.
josieJosie melakukan operasi pembesaran payudara karena dadanya rata. Alhasil, dokter mengubah payudaranya menjadi 36 DD dari yang tadinya hanya berukuran 32 A.
Wanita yang terobsesi dengan model glamour itu mengklaim payudaranya dengan harga 4.800 Poundsterling itu terlalu kebesaran sehingga ia menjadi bahan tertawaan.
Ibu dua anak itu ingin mendapat ganti rugi akibat kelalaian klinis dan tekanan emosional yang diterimanya.
“Saya ingin lebih dari 10.000 Poundsterling. Apapun yang bisa saya dapatkan lebih dari itu adalah bonus,” ujar Josie seperti dikutip TheSun, Rabu (31/7/2013).
Sebelumnya diberitakan, Josie mendapatkan bantuan dana dari NHS pada Januari setelah menangis menceritakan ke dokter pribadinya kalau dadanya rata yang membuatnya jadi minder.
Namun, Josie tak bahagia dengan hasil operasinya dan mempertimbangkan untuk melakukan operasi mengurangi ukuran payudaranya setelah menjadi target bully secara online.
“Saya tidak benar-benar meminta 36DD – saya akan lebih bahagia dengan cup B”.
“Tapi mereka mengatakan kepada saya bahwa karena saya tidak punya jaringan payudara, saya harus melakukan untuk payudara yang lebih besar. Mereka tidak membantu saya sedikit pun. Bahkan, hidup saya hancur”.

Sumber

Media Masluky: Lebih dari 1.000 rakyat Irak tewas pada Juli 2013

Media Masluky: Lebih dari 1.000 rakyat Irak tewas pada Juli 2013:   Baghdad - Lebih dari 1.000 warga Irak tewas dalam aksi kekerasan sektarian yang terjadi sepanjang Juli, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa...

Lebih dari 1.000 rakyat Irak tewas pada Juli 2013

 guerra-irak_revoluciontrespuntocero
Baghdad - Lebih dari 1.000 warga Irak tewas dalam aksi kekerasan sektarian yang terjadi sepanjang Juli, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis, seraya menambahkan bahwa Juli tahun ini merupakan bulan paling mematikan sejak 2008.
Menurut PBB, tingginya angka kematian warga sipil itu disebabkan oleh peningkatan aksi serangan kelompok gerilyawan Sunni terhadap pemerintahan Irak yang dipimpin oleh kelompok Syiah.
Sebagian besar dari 1.057 korban itu adalah warga sipil yang tewas dalam aksi pemboman tanpa henti dan penembakan yang ditakutkan oleh sejumlah warga Irak bisa menyeret negara itu ke dalam perang lain.
“Kami belum pernah melihat angka kematian (setinggi) itu dalam lebih dari lima tahun terakhir, ketika kemarahan yang membabi buta akibat perselisihan sektarian yang ada di negara ini akhirnya mereda, ” kata Gyorgy Busztin, utusan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Irak, dalam sebuah pernyataan.
Dia mendesak para pemimpin Irak untuk segera mengambil keputusan dan menentukan tindakan untuk menghentikan “pertumpahan darah yang tidak masuk akal itu” dan mencegah kembalinya “masa gelap” periode 2006 – 2007, ketika jumlah orang yang tewas setiap bulannya terkadang melebihi 3.000 orang.
Dalam beberapa tahun terakhir kekerasan telah mengalami penurunan dan kenaikan yang stabil dari produksi minyak telah membuat negara tersebut kaya. Namun konflik di negara tetangganya, Suriah, telah memicu ketegangan sektarian di wilayah itu dan memicu pemberontakan kelompok Sunni di Irak, termasuk al Qaeda.
Jumlah korban tewas pada bulan Juli menjadikan jumlah total korban tewas dalam serangan kelompok bersenjata sejak awal tahun adalah 4.137 orang.
Daerah yang terkena dampak paling parah adalah Baghdad, yang mencatat 238 orang tewas pada bulan Juli, diikuti oleh Salahuddin, Niniwe, Diyala, Kirkuk dan Anbar.
Banyak dari provinsi itu didominasi oleh kaum minoritas kelompok Sunni, yang sangat membenci kekuasaan Syiah sejak pendudukan pimpinan Amerika Serikat yang mengalahkan Saddam Hussein pada tahun 2003. Kelompok Sunni telah mengadakan protes anti pemerintah selama berbulan-bulan.
Memburuknya keamanan Irak menjadi sorotan pada pekan lalu ketika
ratusan narapidana melarikan diri dari penjara setelah serangan simultan pada dua penjara dengan keamanan tinggi yang memunculkan pertanyaan tentang kemampuan pasukan keamanan untuk memerangi Al-Qaeda.
Kelompok Negara Islam Irak dan Levant, yang dibentuk awal tahun ini melalui sebuah penggabungan antara afiliasi Al Qaeda di
Irak dan Suriah, mengklaim bertanggung jawab atas insiden di penjara tersebut, demikian Reuters.@nt